Powered By Blogger

Minggu, 16 Oktober 2011

lighting ♥

Pernahkah kalian menonton skyline? skyline adalah film sci-fi yang menceritakan tentang serbuan makhluk asing yang mengambil otak manusia untuk menghidupi koloninya. Karena berhubungan dengan alien2 dan hal seperti itu, menurut saya pencahayaan yang dipakai di film ini sangat menarik.
Berikut ini adalah salah satu scene yang menurut saya pencahayaannya bagus.

pada umumnya, pencahayaan yang dipakai dalam pembuatan film terdiri dari :
  • key light (pencahayaan dasar). lighting ini dipakai untuk memberi cahaya pada aktor tapi masih membuat gambar flat (aktor masih menyatu dengan bg).
  • fill light . light yang dipakai untuk memperjelas aktor.
  • back light. cahaya dari belakang aktor. berfungsi untuk memisahkan aktor dengan bg.
  • kicker / rim light. berfungsi untuk memisahkan objek dengan bg. back
  • light dengan kicker diletakkan bersampingan. digunakan untuk memperkuat back light.
  • eye light. suapaya lekukan muka aktor terlihat lebih baik. biasa digunakan bila hidung aktor yang terlalu mancung atau matanya yang terlalu dalam.
  • ambient.
dan yang paling mendasar digunakan adalah key light, back light dan kicker.


Namun, pada scene skyline tersebut, mereka tidak menggunakan lighting seperti itu. berdasarkan hasil analisa saya, kira-kira mereka hanya memakai key light yang banyak tanpa backlight sehingga terlihat silau dari bagian depan saja. Bg terlihat beda karena cahaya yang terlalu besar dari depan. Sehingga tanpa back light, tetap terlihat adanya perbedaan antara aktor dengan bg nya. Mungkin key light tersebut dibantu dengan adanya fill light untuk membantu menambah efek supaya tidak terkesan sangat flat. bila digambarkan. Kira-kira seperti ini.




itulah kira-kira pencahayaan yang dipakai dalam scene itu.
sekian penjelasannya :D










Selasa, 27 September 2011

tentang Sony DSR PD-177



♥ Apa itu Sony DSR-PD177P ?
  • Sony DSR-PD177P adalah sebuah DVCAM™ camcorder baru yang didukung oleh teknologi terbaru Sony.

♥ Apa kelebihan dan kekurangan dari Sony DSR-PD177P?
  • kelebihan :
  1. Selain mewarisi fitur menarik dari DSR-PD170P yang telah sukses sebelumnya, DSR-PD177P juga menawarkan berbagai perangkat tambahan untuk audio, kualitas video dan pengoperasiannya, termasuk pilihan aksesoris baru yang lebih beragam.
  2. menurut Mr Isao Matsufune, Kepala Pemasaran Produk Sistem Jaringan, Bisnis dan Produk Profesional Asia Pasifik (Sebuah divisi dari Sony Electronics Asia Pacific Pte Ltd)DSR-PD177P mengadopsi format DVCAM yang merupakan standar format untuk SD di seluruh dunia camcorder profesional. Hal ini juga menawarkan teknologi mutakhir Exmor Sensor System1 untuk mencapai sensitivitas cahaya rendah hanya 1.5lux dalam rangka untuk memaksimalkan potensi dari sistem pencitraan camcorder "Semua fitur yang luar biasa, dikombinasikan dengan eksklusif Lensa Sony kinerja tinggi G, membuat kamera ini produk hebat untuk bekerja dengan, terutama untuk penggunaan ENG dan pencipta konten independen.
  3. Lens G eksklusif dari Sony menggabungkan teknologi optik yang unik dan kontrol kualitas yang tak tertandingi. Dengan lensa dan pengolahan gambar yang canggih , pengguna sekarang dapat memperluas kemungkinan shooting mereka.
  4. DSR-PD177P juga membuat alur kerja berbasis file lebih mudah. Cukup hubungkan ke UnitHVR-MRC1K Memory Recording Unit via an i.Link connector dan camcorder siap untuk operasi HYBRID. Sekarang, pengguna dapat dengan mudah merekan secara bersamaan video footage ke tape dan standard CompactFlash Card, dengan flesibilitas maksimum dan efisiensi kerja.
  • kekurangan:
  1. sudah pasti karena harganya yang mahal. Dan bila diterapkan untuk dunia bisnis, kita sebenernya tidak perlu memakai camcorder yang secanggih ini bila hanya dengan camcorder yang lebih murah seperti MD10000, PD170, dan V1 (DV). intinya adalah susah balik modal.

♥ Spesifikasi dari Sony DSR PD-177

  1. Lens : Sony G Lens, 20x (optical), f = 4.1 to 82mm, f = 29.5 to 590 mm at 16:9 mode, f = 36.1 to 722 mm at 4:3 mode, filter diameter: 72mm
  2. Built-in filters : Clear, 1/4, 1/16, 1/64
  3. Imaging system : 1/3 inch-type, progressive 3 ClearVid CMOS Sensor system with Exmor technology
  4. Picture elements : Approx. 1,037,000 pixels (effective), approx. 1,120,000 pixels (total)
  5. Focus : Auto, manual (focus ring/one push auto/infi nity/AF assist/focus macro)
  6. White balance : Auto, one-push auto (A/B positions), indoor (3200 K), outdoor (selectable level -7 to +7, approx. 500K/step), manual WB Temp (selectable 2300K to 15000K, 100K/step)
  7. Shutter speed : Auto 1/50 - 1/2000 Manual 1/4 - 1/10000
  8. Gain selection : -6, -3, 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21 dB
  9. Minimum Illumination : 1.5lux (auto gain, auto iris, 1/25 shutter)
  10. Recording format : DV-CAM, DV SP 576/50i (PAL)
  11. Playback/Recording time : DV SP Max. 63 min with PHDVM-63DM cassette DV-CAM Max. 41 min with PHDVM-63DM cassette
  12. Audio/Video output : 10-pin connector A/V OUT jack ( composite and unbalanced audio x2ch with the supplied cables)
  13. DV input/output : i.LINK interface (IEEE 1394, 4-pin)
  14. XLR audio input : XLR 3-pin female x 2ch
  15. Headphones : Stereo mini jack (ø3.5 mm)
  16. LANC : Stereo mini-mini jack (ø2.5 mm)
  17. LCD viewfinder : 0.45 inch-type (Viewable area measured diagonally), approx. 1,226,880 dots (852 x 3[RGB] x 480), 16:9 aspect ratio
  18. LCD monitor : 3.2 inch-type (Viewable area measured diagonally), XtraFine LCD, approx. 921,600 dots, hybrid type, 16:9 aspect ratio
  19. Mass : Approx. 2.2 kg (5 lb 1 oz) (w/o tape, battery)
  20. Dimension (W x H x D) : Approx.169 x 188 x 451mm (6 3/4 x 7 1/2 x 17 7/8inch) (with lens hood, microphone and large eye cup)
  21. Power requirements : DC 7.2 V (battery pack), DC 8.4 V (AC adaptor)
  22. Power consumption : DVCAM/DV Approx. 6.8 W (with LCD viewfinder ON)
  23. Operating temperature : 0 to 40 °C (32 to 104 °F)
  24. Storage temperature : -20 to 60 °C (-4 to 140 °F)
  • spesifikasi simplenya :
Sensor Resolution (Megapixel)1.3 MP
Optical Sensor Size1/3 in.
Optical Sensor TypeCMOS
MegaPixels Range0 - 2 MP
Type of VideoMPEG-2
Optical zoom Range11 - 20X
Shooting ModesNormal Movie Mode
Card SupportedSD,SDHC
Form FactorRotating
Audio Input TypeMicrophone
LCD Screen Size2.8 Or More
Microphone TypeBuilt-in
Operation ModeStereo
Battery TypeRechargeable Li-Ion Battery
Power SupplyPower adapter
Bundled AccessoriesBattery,Charger,USB Cable,AV Cable,Component Cable,CD Rom
Width (mm)169
Depth (mm)451
Height (mm)188
Weight (Grams)2200


Senin, 29 November 2010

going home - shiro sagisu

http://www.youtube.com/watch?v=XHXBd8ls8ko

INI OKEEE!!!

cara membuat sushi ♥






California Rolls Sushi Sushi, saat ini sepertinya masakan dari negeri sakura ini lagi "booming" :)Karena selain dari rasa yang lezat dan bentuknya yang unik, Sushi memiliki gizi yang cukup tinggi, kita coba membuat sushi yuk ^o^


Sumber : disadur dari Australian Women Weekly
Kategori Masakan : Masakan Asia

Bahan-Bahan :
500 gram beras
80 ml cuka arak beras
1 sendok makan gula
1 sendok teh garam
Rumput laut kering
Mayonaise

Bahan
Isi (sesuai selera) :
Alpukat
Timun
Telur
Salmon asap
Tuna
Cara Mengolah :

1. Masak nasi seperti biasa.
2. Ketika nasi hampir matang campur dengan cuka arak beras, gula dan garam.
3. Dinginkan nasi dan atur menjadi lapisan tipis di atas satu lembar rumput laut kering.
4. Atur isi yang sudah dipotong melintang di atas satu sisi nasi yang diatur di atas rumput laut.
5. Bumbui dengan mayonaise lalu gulung ke arah berlawanan.
6. Potong-potong dan sajikan.

Note :Untuk variasi, rumput laut yg sudah diberi nasi dapat digulung dengan bentuk kerucut lalu diisi dengan campuran isi dan mayonaise.
Biasanya beras yang digunakan adalah jenis beras Jepang yang pendek dan gemuk karena lebih lekat.

anuanu

pada suatu hari anu bertemu anu lalu anu